728x90 AdSpace

  • Latest News

    Penyerahan Surat Kepemilikan Saham Kebun Kelapa Sawit KONSAIN Kepada Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith thariqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah Pada Acara PembukaanMusyawarah Nasional (musyawarah kubro)

    Alhamdulillah surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN (kontak santri  Agribisnis Indonesia) atas nama Idaroh Aliyah Jam’iyyah ahlith thoriqoh almu’tabaroh annahdliyah (JATMAN) telah diserahkan oleh ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Kontak Santri Agribisnis Indonesia (DPP KONSAIN)  yang sekaligus pengasuh PONPES Syaichona Cholil Kaltim dan wakil Rais Suriyah PWNU Kaltim, almukarrom KH. M. Ali Cholil kepada Rois ‘Am idaroh aliyah Jam’iyyah Ahlith thoriqoh  almu’tabroh Annahdliyah (JATMAN) almukarrom maulana habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya sebanyak 10 saham senilai Rp 55.000.000,- (100% dari satu hektar) pada acara pembukaan musyawaroh nasional (musawaroh kubro) jam’iyah ahlith thoriqoh almu’tabaroh annahdliyah yang diselenggarakan di  asrama haji   Batakan Balikpapan pada  hari minggu tanggal 26 Juli 2015  dimana saham kebun kelapa sawit KONSAIN tersebut merupakan sumbangan dari jamaah Pesantren Syaichona Cholil KALTIM yang diupayakan dan dikoordinir sumbangan tersebut oleh KH. M. Ali Cholil selaku Pengasuh dan pendiri pertama PONPES Sayaichon Cholil KALTIM.

    KONSAIN merupakan hasil keputusan para ulama pengasuh pesantren pada acara Silaturrahim Nasional ulama pengasuh pesantren se Indonesia yang diselenggarakan oleh Ponpes Syaichona Cholil Kaltim Sepinggan Balikpapan tanggal 17-21 Juni 2011 di Balikpapan Kalimantan Timur yang  mengemban  amanat untuk membangun sumber dana lembaga pendidikan dan sosial melalui pembangunan kebun kelapa sawit yang dimulai dari Kalimantan Timur karena sejalan dengan program pemerintah provinsi Kaltim yang telah mencanangkan target penanaman dua juta hektar kebun kelapa sawit di Bumi Etam Kaltim.

    Kenapa beliau mengupayakan surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN atas nama idaroh aliyah jam’iyyah ahlith thoriqoh al-mu’tabaroh  An nahdliyah  (JATMAN) dengan mengkoordinir sumbangan dari jamaah pesantren syaichona cholil Kaltim.
    1.      JATMAN merupakan batin dan ruhnya jam’iyah NU, karena yang dipasrahi dan diberi amanat sebagai bengkel untuk memperbaiki akhlak anak Bangsa melalui penyembuhan penyakit yang menggerogoti hati atau rohani anak Bangsa agar supaya mempunyai kepribadian yang luhur adalah JATMAN melalui terapi dzikrullah. Dan untuk tugas dan tujuan tersebut tentu memerlukan biaya operasional.

    2.      rois ‘am dari Idaroh Aliyah JATMAN dipimpin oleh Habib Luthfi bin Ali bin hasyim di mana beliau termasuk keturunan dari bin Yahya. Sedangkan keturunan Bin Yahya adalah orang yang banyak mempunyai andil dalam penyebaran Islam di Nusantara terutama di Bumi Etam, Kalimantan timur, yang telah berjasa besar dengan mengislamkan Raja Kutai yang merupakan kerajaan hindu tertua di Nusantara, lewat adu sakti. Yaitu Habib Hasyim Bin Musayyach Bin Yahya yang dikenal dengan gelar Tuanku Tunggang Parangan. 

    Setelah memeluk agama Islam Kerajaan Kutai lalu hijrah dari Kutai lama di Anggana ke Tenggarong (Tangga Arung). Sehingga semua keluarga kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Tenggarong beserta seluruh rakyat kutai menganut dan Beragama Islam atas jasa Habib keturunan bin Yahya tersebut.
     Lalu pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Alimuddin, sultan mengambil menantu seorang dai yaitu habib Muhammad Bin Ali Bin Hasan Bin Thoha yang juga masih keturunan dari Bin Yahya, yang diberi gelar oleh sultan dengan pangeran Noto Igomo.

    Dan kehadiran Ponpes yang mengambil nama Syaichona Cholil di Kaltim juga disebabkan oleh acara haul dari Pangeran Noto Igomo dan sultan A.M. Sulaiman, sultan Kutai ke-17 yang bergelar kholifatul mu’minin. Yang acara haul tersebut dikoordinir oleh almarhum abah KH. Hasan Sholeh Gg. Mutiara Samarinda dan Almarhum KH. Abu Amar Khotib Pasuruan, dimana haul tersebut juga dihadiri oleh Almarhum Habib Muhammad Al-habsy Ketapang Probolinggo dan ayah dari  KH. M. Ali Cholil yaitu almarhum KH. M. Cholil Yasin Kepang Bangkalan. Maka sebagai bentuk penghormatan, persambungan dan rasa syukur para jamaah Syaichona Cholil Kaltim, sudah sepantasnya memberikan hadiah kado berupa surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit konsain kepada pengurus idaroh aliyah JATMAN yang dipimpin oleh habib Luthfi selaku Rois ‘am Idaroh Aliyah JATMAN yang masih satu keturunan, sama-sama keturunan bin Yahya, dengan Tuanku Tunggang Parangan dan Pangeran Noto Igomo. Demikian yang beliau tuturkan ke redaksi  majalah ini.

    Beliau juga mengupayakan surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN  atas nama PBNU sebesar Rp. 55.000.000,- (100% dari 1 hektar)  dengan mengkoordinir sumbangan dari jamaah syaichona cholil kaltim yang akan dihadiahkan surat kepemilikan saham tesebut  sebagai kado dari jamaah NU kepada jam’iyah  NU yang rencananya akan diserahkan nanti pada saat acara pembukaan muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur.  

    pada saat beliau ditanya, mengapa mengupayakan hal itu?
    Beliau menerangkan “ Karena NU merupakan wasiat dari Guru saya almarhum KH. R. ‘As’ad Syamsul Arifin Sukorejo Situbondo, yang telah berwasiat kepada santri-santri beliau  dimana saya merupakan salah satu santrinya; untuk berkiprah, berdakwah dan berkhidmah di masyarakat melalui NU dengan membantu cawe-cawe menghidupkan dan membesarkan NU dimana beliau mendapatkan titipan amanat dan wasiat dari gurunya yaitu Hadratus syekh KH. Hasyim ‘As’ary Tebuireng Jombang. Kenapa NU begitu dianggap penting oleh beliau sehingga merasa perlu untuk dititipkan bahkan di wasiatkan kepada para santri-santrinya yang sudah terjun ke masyarakat?

    Karena pemikiran dan sikap NU yang moderat, tawassut dan I’tidal mampu berada dan berdiri di tengah antara dua kekuatan kelompok yang ingin merubah haluan Negara agar sesuai dengan keinginan mereka yaitu kelompok kanan yang menginginkan bentuk Negara Agama yang disimbolkan dengan kelompok putih/putihan dan kelompok kiri yang sama sekali menginginkan agar Negara tidak lagi memikirkan dan mengurusi Agama yang disimbolkan dengan kelompok merah/abangan, dimana kedua keinginan tersebut tidak akan mungkin disatukan karena saling bertolak belakang dan menyebabkan situasi Negara dalam kekacauan seperti yang terjadi di Timur Tengah, karena masing-masing memaksakan kehendak melalui jalan kekerasan akibatnya yang terjadi rakyat yang akan menjadi korban. Dan NU mampu berdiri di tengah antara dua kelompok tersebut sehingga menjadi kekuatan penyeimbang dan penyambung serta berfungsi sebagai benang yang merajut dan mempersatukan dua warna yang saling berbeda yaitu warna merah dan warna putih sehingga menjadi Sang Saka Merah Putih yang dijadikan lambang dan bendera Negara Indonesia, NU bisa menjadi perekat antara kelompok kanan dan kelompok kiri yang tidak pernah bisa ketemu dalam pemikiran. Maka betapa strategis posisi NU bagi penyelamatan Negara yang sekaligus penyelamatan bangsa dari perpecahan dan terjadinya perang saudara antar bangsa Indonesia sendiri seperti yang telah terjadi di belahan Dunia yang lain.

    Saya baru paham, kenapa Hadratus Syekh KH. Hasyim As’ary Tebuireng Jombang, berwasiat dan menitipkan NU kepada santrinya yaitu guru saya Almarhum KH. R. ‘As’ad Syamsul Arifin dan kenapa guru saya berwasiat dan menitipkan NU kepada santri-santrinya di mana saya sendiri merupakan salah satu dari santri beliau, dan kenapa Syaichona Cholil Bangkalan  yang merupakan guru dari beliau berdua (KH. Hasyim As’ary dan KH. R. ‘As’ad Syamsul Arifin) memerintahkan Ponpes yang mengambil nama beliau di Kaltim mengulang sejarah beliau pada saat menjadi santri di Banyuwangi, dengan mengupayakan membangun sumber dana untuk lembaga pendidikan, sosial dan jam’iyah NU beserta badan otonomnya yang telah didirikan oleh santri-santri beliau melalui pembangunan kebun kelapa sawit konsain di Kaltim dengan cara membudayakan tawassul dengan shodaqoh produktif seperti uraian dalam buku yang  berjudul: “membudayakan tawassul dengan shodaqoh produktif untuk membangun sumber dana pendidikan dan sosial”, untuk menyelamatkan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  yang telah didirikan oleh santri-santri beliau, dari perpecahan dan terjadinya perang saudara yang berujung pada kehancuran dan kebinasaan”. Demikian beliau menerangkan alasannya dengan panjang lebar.

    Beliau, KH. M. Ali Cholil memberi  Apresiasi kepada segenap jamaah Syaichona Cholil Kaltim yang telah memberikan sumbangan guna mengupayakan surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN yang diberikan kepada Jam’iyyah Ahlith thariqoh Almu’tabaroh Annahdliyah yang merupakan badan otonom dan ruh dari Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, yang dalam hal ini diterimakan   atas nama Idaroh Aliyah.

    Juga mengupayakan surat kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN yang diberikan kepada induk organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang dalam hal ini diterimakan atas nama PBNU, dimana mereka, para jamaah Syaichona Cholil Kaltim tidak berfikir apa yang telah diberikan oleh jam’iyah NU untuk mereka, tapi mereka berfikir; apa yang telah mereka berikan kepada jam’iyah NU dan badan otonomnya.  Semoga pola pikir mereka bisa menular dan menjadi contoh kepada segenap pengurus, lembaga, lajnah dan badan otonom NU  di semua tingkatan dan segenap anggota NU se Indonesia. Dan pada giliran berikutnya diharapkan semua komponen bangsa mempunyai pola pikir apa yang telah mereka berikan untuk Negara dengan tanpa bertanya apa yang telah mereka dapatkan dari Negara.
    • Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Penyerahan Surat Kepemilikan Saham Kebun Kelapa Sawit KONSAIN Kepada Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith thariqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah Pada Acara PembukaanMusyawarah Nasional (musyawarah kubro) Rating: 5 Reviewed By: KONSAIN
    Scroll to Top