728x90 AdSpace

  • Latest News

    Perlunya Murid atau Santri Melakukan Tawassul Dengan Shodaqoh Produktif untuk Pembangunan Kebun Konsain

    Pada saat Syaichona Cholil mondok dan  menjadi santri kepada seorang Kyai di Banyuwangi, Kyai tersebut mempunyai kebun kelapa yang sangat luas. Setiap hari santri yang bernama Cholil ditugaskan oleh Kyainya untuk menurunkan buah kelapa dari kebun milik Kyai yang sangat luas itu. Santri yang bernama Cholil diberi target oleh Kyai untuk dapat menurunkan buah kelapa minimal 80 pohon setiap hari. Jika kurang dari 80 pohon, maka diberi hukuman berupa pukulan oleh gurunya, dan Jika mencapai target 80 pohon atau lebih diberi bonus.
    Buah kelapa yang telah diturunkan    kemudian dijual dan hasil dari penjualan buah kelapa digunakan untuk membiayai keperluan keluarga Kyai, santri-santrinya dan masyarakat di sekitar Banyuwangi yang tidak mampu. Karena banyaknya masyarakat Banyuwangi yang kurang mampu yang menjadi tanggungan gurunya, maka gurunya memberi target hasil produksi berupa buah kelapa yang dihasilkan oleh santri yang bernama Cholil.
    Santri yang bernama Cholil menerima dengan suka cita dan penuh keikhlasan dan penuh keridhaan atas sikap dan tugas yang diberikan oleh gurunya. Santri yang bernama Cholil berharap barokah dari Allah melalui berkhidmah (mengabdi) kepada gurunya. Dimana gurunya sangat peduli dan menyantuni masyarakat sekitar Banyuwangi yang kurang mampu. Hal tersebut dilakukan oleh gurunnya juga semata-mata berharap balasan berupa barokah dari Allah dengan memperhatikan dan membantu masyarakat sekitarnya yang tidak mampu.
    Karena keikhlasan menerima dan ridha atas sikap dan tugas yang diberikan oleh gurunya. santri yang bernama Cholil ridha walau harus menerima hukuman berupa pukulan, jika tidak mencapai target 80 pohon yang dipanjat untuk diturunkan buahnya, dan jika mencapai target 80 pohon atau lebih diberi bonus dari hasil penjualan buah kelapa.
    Hasil dari bonus tersebut tidak dibelanjakan oleh santri yang bernama Cholil, akan tetapi disimpan disebuah peti yang dibuatnya khusus untuk tempat menyimpan uang bonus dari gurunya tersebut. Setelah peti tempat penyimpanan tersebut penuh, santri yang bernama Cholil menyerahkan kembali uang bonus yang diperolehnya kepada gurunya, karena bukan bonus yang Cholil cari, melainkan barokah dan ridho Allah dari mengabdi kepada gurunya. Dan dijadikan tawassul kepada Allah SWT agar mendapatkan ilmu yang barokah dengan harapan para santrinya kelak dijadikan orang-orang yang berguna pada masyarakat luas. Maka tak heran jika santri-santri Beliau menjadi tokoh-tokoh besar yang ikut andil menjadi pendiri dari Negara Republik ini, seperti: Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama), KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama dan Pahlawan Nasional) dan tokoh-tokoh lainnya. Kemudian gurunya tersebut memerintahkan agar menggunakan uang bonus yang telah dikumpulkan sebagai ongkos dan sangu untuk berguru kepada Syekh di Makkah.
    Maka dalam rangka mengikuti jejak langkah dan meniru Syaichona Cholil Bangkalan pada saat menjadi santri di Banyuwangi, maka dianjurkan kepada setiap murid atau santri untuk melakukan tawassul dengan shodaqoh produktif, mengupayakan kepemilikan saham kebun konsain atas nama lembaga berupa pesantren, madrasah atau majelis ta’lim yang di koordinir oleh pengurus pesantren, madrasah atau majelis ta’lim dll dengan cara bershodaqoh produktif minimal Rp. 5.500,- setiap bulan/murid atau 55.000,- setiap bulan/murid dengan diniatkan tawassul bagi kemanfaatan ilmu dan kebarokahan ilmu yang di peroleh pada setiap bulannya.
    Dianjurkan kepada lembaga pendidikan pesantren, madrasah atau majelis ta’lim untuk membuat kartu tawassul dengan shodaqoh produktif untuk kepemilikan saham kebun konsain atas nama pesantren, madrasah atau majelis ta’lim seperti contoh ini.



     
    Dan dianjurkan kepada murid atau santri pada setiap melakukan shodaqoh produktif melafadzkan niat sebagaimana berikut :

    “ Saya bershodaqoh produktif jariyah ini untuk kepemilikan saham kebun kelapa sawit KONSAIN atas nama pesantren/madrasah/sekolah dimana saya menuntut ilmu dengan niatan seperti yang diniatkan oleh Syaichona Cholil bin Abdul Latif Bangkalan pada saat menjadi santri di Banyuwangi, yaitu dengan niatan semoga ilmu yang saya peroleh selama bulan _______, baik banyak atau sedikit semoga bermanfaat dan barokah. Semoga murid-murid saya kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak seperti murid-muridnya Syaichona Cholil bin Abdul Latif Bangkalan. Amin 3x….. Allahumma Amin….”

    Shodaqoh produktif santri/ murid/ siswa dapat dikirimkan ke Nomer Rekening :
    Bank BRI Nomor rekening: 1136-01-000067-569. a.n. KONSAIN
    Bank Muamalat Cab. Balikpapan Nomor rekening: 6010015860. a.n. KONSAIN
    Setelah dana shodaqoh produktif tersebut dikirimkan ke rekening Konsain dianjurkan untuk konfirmasi ke kontak person Ustad Supriyadi hp 087812347833 atau Ustad  Syukron hp 0823345866 dengan menyimpan slip tanda bukti pengiriman.
    • Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Perlunya Murid atau Santri Melakukan Tawassul Dengan Shodaqoh Produktif untuk Pembangunan Kebun Konsain Rating: 5 Reviewed By: KONSAIN
    Scroll to Top