728x90 AdSpace

  • Latest News

    Mengimbangi shodaqoh konsumtif dengan shodaqoh produktif.


    Membudayakan tawassul dengan amal sholeh berupa shodaqoh produktif di setiap acara untuk membangun kebun konsain untuk kepentingan pendidikan, dakwah dan sosial se-Indonesia sudah menjadi ciri has kontak santri agribisnis Indonesia (konsain)  dalam mengajak masyarakat untuk bershodaqoh produktif.
    Sebenarnya shodaqoh selama ini sudah menjadi budaya yang mengakar di masyarakat yang kita kenal kenal dengan shodaqoh konsumtif, di mana sebagai contoh, setiap acara yang diadakan secara umum maupun secara pribadi. Pada setiap akhir acara setelah do’a, Pasti  panitia acara atau pribadi memberikan shodaqoh kepada hadirin dan hadirot berupa makanan dan minuman.
    Dari sekian banyak acara yang diadakan baik oleh lembaga, pribadi masyarakat, ormas bahkan pemerintah nyaris tidak ditemukan dalam rangkaian acara berupa penghimpunan shodaqoh yang digunakan untuk hal-hal yang produktif sebagai contoh membiayai menghidupkan bumi Allah SWT, dimana hal ini sangatlah cocok di Negara Indonesia yg mempunyai tanah luas nan subur untuk mengelola sumber daya alam yang luas yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia, misalnya dengan menghimpun shodaqoh dari para hadirin dari setiap acara yang diadakan baik oleh lembaga, pribadi masyarakat, ormas, bahkan pemerintah yang digunakan untuk hal yg produktif yang nantinya hasil tersebut untuk kemaslahatan masyarakat bangsa Indonesia sehingga lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sosial bisa mandiri khususnya bangsa Indonesia.
    Untuk mengimbangi shodaqoh konsumtif yang sudah menjadi budaya masyarakat selama ini, maka KONSAIN mengajak dan menyerukan semua pihak untuk membudayakan shodaqoh produktif  dengan ciri has yg sudah dilaksanakan yaitu sebelum do’a dipanjatkan pada setiap acara yang diadakan agar supaya do’anya lebih diijabahi oleh Allah SWT, mengajak masyarakat Membudayakan shodaqoh produktif dengan cara: Menjalankan Dos bekas tempat air minum dalam kemasan sambil membaca tiga bait Sholawat yang digemari Syaichona Cholil Bangkalan dengan cara diulang-ulang bagi yang punya uang dan kebetulan membawa uang, maka bershodaqoh dengan uangnya dan bagi yang kebetulan belum punya uang atau tidak membawa uang maka dianjurkan bershodaqh dengan do’a dengan isyaroh seolah menaruh uang  shodaqoh dalam Dos dan dijadikan Tawassul untuk munajat dirinya kepada Allah SWT. Shodaqoh sebagai tawassul tersebut menjadi rahasia dirinya kepada Allah, baik bershodaqoh dengan uang atau bershodaqoh dengan sekedar isyaroh karena tidak punya atau tidak membawa uang, baik bershodaqoh uang dengan nominal yang sedikit atau dengan nominal yang besar; hanya dirinya dengan Allah saja yang tahu dan jadi ajang munajat dan bahan tawassul shodaqoh tersebut kepada Allah SWT disertai dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
    Tiga bait sholawat yang diulang - ulang disertai dengan menjalakan Dos sebagai tempat shodaqoh produktif sebagai berikut:


     مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا اَبَدًا        *     عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِاْلخَلْقِ كُلِّهِمِ                                 
    هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ     *      لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ                            
    يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا       *      وَاغْفِرْلَنَا مَامَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ                           

    Sebagai contoh bisa dilihat videonya di : contoh proses shodaqoh produktif

    • Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mengimbangi shodaqoh konsumtif dengan shodaqoh produktif. Rating: 5 Reviewed By: KONSAIN
    Scroll to Top